Lampung – Sejumlah pedagang kecil terlihat memanfaatkan area di sekitar gerbang Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) sebagai tempat berjualan. Kondisi ini menjadi pilihan alternatif bagi pedagang yang mengaku tidak mampu menanggung biaya sewa lapak di rest area yang dinilai terlalu mahal. Di beberapa titik dekat pintu masuk tol, pedagang menjajakan berbagai dagangan seperti minuman, makanan ringan, hingga kebutuhan perjalanan bagi para pengendara yang hendak melintas. Keberadaan mereka kerap dimanfaatkan pengendara yang ingin membeli bekal sebelum masuk tol. Salah satu pedagang mengatakan, berjualan di sekitar gerbang tol merupakan cara agar tetap bisa mencari nafkah tanpa harus mengeluarkan biaya besar seperti di rest area resmi. “Kalau di rest area biayanya cukup tinggi untuk pedagang kecil seperti kami. Jadi kami memilih berjualan di sini supaya tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya. Menurut para pedagang, lokasi di sekitar gerbang tol dinilai cukup strategis karena banyak kendaraan yang berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan di ruas tol. Namun di sisi lain, keberadaan pedagang di sekitar pintu tol juga memunculkan perhatian dari sejumlah pihak karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan lalu lintas jika tidak diatur dengan baik. Sejumlah masyarakat berharap ada solusi dari pihak terkait agar pedagang kecil tetap bisa berusaha tanpa harus menempati area yang berpotensi menimbulkan risiko di sekitar gerbang tol. “Kalau bisa ada tempat khusus untuk pedagang kecil dengan biaya terjangkau. Jadi mereka tetap bisa berjualan dengan aman dan tertib,” kata seorang pengendara. Fenomena ini dinilai menjadi gambaran bahwa tingginya biaya usaha di rest area tol masih menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil. Tanpa solusi yang berpihak pada pedagang kecil, keberadaan lapak-lapak dadakan di sekitar gerbang tol dikhawatirkan akan terus bermunculan. (Red*)
Gerbang Tol Bakter Jadi Lapak Dadakan, Dampak Biaya Rest Area yang Tak Terjangkau”
